Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2013

Nek Aku Gak Niat, Kon Kate Lapo? (Renungan Mengenai Urgensi Niat)

"Manusia terkuat dan pemberani adalah manusia yang bisa mengalahkan dirinya sendiri" (*)
"Hal yang paling susah aku taklukkan adalah niat ku sendiri" 

Kata-kata yang sungguh luar biasa dari seorang yang juga luar biasa Abu Abdullah Sufyan bin Sa'id bin Masruq al-Tsauri. Mengapa niat merupakan suatu hal yang sangat susah untuk dikendalikan?? Hal ini dikarenakan banyak sekali orang yang baru sebentar berniat kemudian dengan seketika berubah hanya karena rasa malas, rasa susah untuk mencapai, pesimis, atau bahkan sudah lupa akan niat-nya. 

Dengan 1001 cara syaitan menggelincirkan manusia dari jalan yang benar yaitu jalan-NYA ALLAH SWT dengan mengoyak membabat habis niatan kita dalam meraup ridho-NYA, hal ini dapat terlihat ketika kita sholat, ketika bersedekah, ataupun ketika berbuat baik kepada orang lain pasti ada-ada saja bisikan dari syaiton yang mengubah arah niatan kita, ketika sholat mungkin dalam pikiran terbersit akan hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, ketika bersedekah terbersit rasa riya ataupun tidak ikhlas, ketika berbuat baik terbersit rasa pamrih kepada orang yang kita bantu atau yang lainnya yang intinya muncul dibenak kita tentang niatan yang lain selain niatan untuk mencaari ridho Allah SWT, oleh karena itu perbanyak ber-Istighfar kepada Allah SWT mungkin dari sekian sikap dan apapun yang kita lakukan ada sedikit atau pun banyak racun yang tercampur dalam niatan kita dalam meraup ridho Allah SWT, selalu berdoa kepada Sang punya Ridlo (Allah SWT) agar selalu dijaga niatannya untuk beribadah, agar selalu diingatkan untuk meneguhkan niatan karena Allah Ta'Ala, karena menjaga niat karena Allah SWT maka Allah akan menghadiahkan kita dengan hal yang sangat kita harap-harapkan sesuai dengan hadist Arbain dibawah ini. 


Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi di dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

MARILAH MENJAGA NIAT KARENA ALLAH SWT...
Tulisan oleh Arif Tri Mardianto

(*) Kalau pakai logika menang – kalah, maka aku besar lah yg harus mengalahkan aku-aku kecil seperti kemalasanku, kelemahanku,ketidakpedulianku, kesombonganku, kebanggaanku, kebangsaan-ku, ke-alumnian- ku, kesukuanku, dst.

“Andai manusia tidak melakukan kesalahan niscaya Allah akan datangkan suatu kaum yang melakukan kesalahan kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.“ (HR Muslim dan Ahmad).

SOLUSI UNTUK MACETNYA JALANAN KEPUTIH TERCINTA

Jalanan Keputih Melalui Google Map

Jalanan Keputih bisa dikatakan merupakan jalan utama yang banyak dilalui oleh mahasiswa baik dari kampus ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) maupun kampus UHT (Universitas Hang Tuah) dikarenakan jalan keputih adalah pusat keramaian bagi mahasiswa kampus tersebut, mulai dari tempat makan, tempat kebutuhan alat tulis, dan tempat kebutuhan sehari-hari ada di jalan ini. Tidak bisa dipungkiri untuk saat ini jalan keputih merupakan tempat yang banyak diminati oleh investor karena memiliki tempat yang strategis, tidak hanya untuk membangun pusat pertokooan namun juga perumahan-perumahan elite.
Seiring dengan berjalannya pembangunan sebuah kompleks perumahan di jalan keputih timur dan berlalu lalangnya sebuah mobil truk yang mengangkut bahan-bahan pembangunan membuat jalanan keputih yang dulu lancer sekarang dilanda kemacetan. Tetapi untuk saat ini kompleks perumahan tersebut sudah bisa dibilang selesai dan bisa ditinnggali, jadi kuantitas truk yang lewat di jalan tersebut berkurang. Namun sekarang kendalanya adalah bukan pada truk pengangkut bahan bangunan tetapi pada mobil-mobil orang yang tinggal di kompleks perumahan tersebut. Mobil-mobil tersebutlah yang sekarang penyebab timbulnya kemacatan di jalan keputih, apalagi ketika jam berangkat kerja jalan tersebut pasti macet karena jam berangkat kerja tersebut sama dengan jam masuk kuliah bagi mahasiswa. Ditambah pula ada anak-anak Sekolah Dasar dan TK yang sekolahnya juga terdapat di jalan keputih jam masuknya juga berbarengan. Jika peristiwa ini terus berjalan maka tidak bisa dipungkiri maka jalan keputih bisa menjadi “The Second Jakarta” karena dipenuhi oleh banyaknya kendaraan yang berlalu lalang dan padatnya jalan keputih ini. Oleh karena itu saya menawarkan beberapa tahapan solusi atas peristiwa ini.

Tahap yang pertama adalah mengatur alur atau laju lalu lintas dengan memberi lampu lalu lintas di pertigaan keputih. Karena di pertigaan tersebutlah yang menurut saya sering menjadi titik utama kemacetan karena tidak ada lampu lalu lintas maka banyak kendaraan yang mementingkan dirinya sendiri dan tidak mau mengalah. Dan juga di titik ini juga dekat dengan sekolah TK yang mengakibatkan titik ini sering banyak angkutan umum berhenti sekedar untuk menurunkan penumpangnya.

Tahap yang kedua jika tahap yang pertama sudah dijalankan, pada tahap kedua ini ada dua macam yang pertama jika ingin direalisasikan dalam jangka waktu pendek dan yang kedua adalah dalam jangka waktu yang panjang. Yang dalam jangka waktu yang pendek adalah melebarkan jalan yang berada di jalan keptih timur karena hanya pada jalan keputih timur saja yang masih ada jarak antara jalan raya dengan perumahan warga, bukan hanya melebarkan jalan saja tetapi juga setelah jalannya dilebarkan yaitu mengatur alur jalanya dengan cara membagi dua jalur yaitu untuk kendaraan roda dua dan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Sedangkan dalam jangka waktu yang panjang adalah membangun jalan alternatif dari kompleks perumahan karena sejatinya orang-orang yang beerada di kompleks perumahan tersebut adalah orang kantoran dan kantornya berada di pusat kota Surabaya, oleh karena itu membangun jalan alternatif yang menghubungkan antara pusat kota Surabaya dengan kompleks perumahan tersebut.

Untuk tahap yang ketiga adalah dengan menyadarkan penduduk keputih agar tidak perlu menggunakan kendaraan apalagi bila hanya ingin berpergian dalam jarak yang pendek. Tahap yag ketiga ini juga berlaku pada mahasiswa di kampus sekitarnya apabila masih peduli terhadap jalan keputih ini maka pastilah mereka akan berpikir panjang untuk jalan ini. Karena menurut saya cara ini merupakan cara yang simple tapi yang sangat sulit dilakukan maka dari itu saya meletakkannya pada tahap ketiga. Tahap-tahap tersebut bisa terealisasikan dengan adanya kerjasama antara semua pihak mulai dari warga keputih, mahasiswa dari sekolah-sekolah maupun kampus sekitar, polisi lalu lintas, dan yang paling penting adalah Pemerintah Kota Surabaya yang setidaknya mengawasi seluruh kegiatan pembangunan di wilayah Surabaya agar nantinya tidak ada pihak yang dirugikan dari kegiatan pembangunan tersebut. Mungkin itu solusi yang bisa saya tawarkan, bisa atau tidaknya direalisasikan tergantung diri pihak-pihak terkait dan tentunya adalah kesadaran diri kita sebagai mahasiswa. Semoga jalan keputih ini bisa menjadi lancar kembali.

Minggu, 23 Juni 2013

Ebook Superlengkap Untuk Aktivis Dakwah Kampus

NB : Jika ada yang error link mohon segera diberitahukan di bagian komentar dengan menunjukkan link judul mana yang error, insya Allah admin akan segera memperbaiki atau mengklarifikasinya.Terima kasih. :-)
Petunjuk Download (Link download menggunakan free hosting sendspace.com)
1. Klik tulisan [Download] pada judul buku yang akan diunduh, kemudian  akan muncul jendela/tab halaman link download
2. Pada gambar seperti di bawah ini, klik tulisan “Clik here to start download from sendspace
petunjuk unduh ebook

3. Selanjutnya, proses mengunduh akan berjalan dan hasilnya akan tersimpan di lokasi hasil download yang menyesuaikan pengaturan komputer masing-masing
Buku Rekomendasi utama
1. [Download] Riyadush Shalihin – Imam Nawawi (Full Version)
2. [Download] Membentuk Karakter Cara Islam – Anis Matta (Ringkasan)
3. [Download] Model Manusia Muslim Abad XXI – Anis Matta (Review)
4. [Download] Mencari Pahlawan Indonesia – Anis Matta (Full Version)
5. [Download] Madarijus Salikin (Pendakian Menuju Allah) – Ibnul Qayyim al Jauziyah (Full Version)
6. [Download] La Tahzan – Don’t Be Sad – Jangan Bersedih – Aidh Al Qarniy (Full Version)
7. [Download] 8 Habits – Stephen R. Covey (Full Version)
8. [Download] Untukmu Kader Dakwah – KH. Rahmat Abdullah (Full Version)
9. [Download] Menikmati Demokrasi – Anis Matta (Ringkasan)
10. [Download] Ma’alim fi Ath Thariq (Petunjuk Jalan) – Sayyid Quthb (Non Full Version)
11. [Download] Dari Gerakan ke Negara – Anis Matta – Ringkasan
12. [Download] Al Islam (Ringkasan)
13. [Download] Syarah Ushul Isyrin – Hasan Al Banna (Full Version)
14. [Download] Fiqh Al Sirah Jilid 1 – Ramadhan Al Buthy (Full Version)
15. [Download] Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin – Majmu’atur Rasail – Hasan Al Banna (Full Version)
16. [Download] Capita Selecta Jilid 1 – M. Natsir (Full Version)
17. [Download] Capita Selecta Jilid 2 – M. Natsir (Full Version)
18. [Download] Selamatkan Indonesia, Agenda Mendesak Bangsa – Amien Rais (Full Version)
19. [Download] Zionisme : Gerakan Menaklukkan Dunia – Z. A. Maulani (Full Version)
Buku – Buku Islam lainnya
1. [Download] Re-Code Your Change DNA – Rhenald Kasali (Full Version)
2. [Download] – Dakwah Fardiyah – Mustafa Masyhur
3. [Download] 36 Strategi Perang ala Tsun Zu – Ringkasan
4. [Download] Mengembalikan Hak Umat – Amin Sudarsono (Full Version)
5. [Download] Jurnal Ilmiah Internasional - Framing Dakwah Frame Alignment Processes and KAMMI’s Struggle for a Sacred Society
6. [Download] Kumpulan E-Book Fiqh oleh Yusuf Qaradhawy
7. [Download] Usrah dan Dakwah – Hasan al Banna
8. [Download] Tarbiyah Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna – Dr. Yusuf Qardhawi
9. [Download] Sistem Masyarakat Islam Dalam Al-Quran dan Sunnah – Dr. Yusuf Qardhawi
10. [Download] Risalah Pergerakan Pemuda Islam – Mustafa Muhammad Thahan
11. [Download] Jurnal Muslim Negarawan
12. [Download] Jalan Dakwah – Mustafa Masyhur
13. [Download] Hasan Al Banna Sang Inspirator – Umar Tilmisani
14. [Download] Bukti Penguat Ikhlas – Yusuf Qaradhawy
15. [Download] Detik-Detik Hidupku – Hasan al Banna
16. [Download] Beberapa Studi Tentang Islam – Sayyid Quthb
17. [Download] Bagaimana Menyentuh Hati – Abbas As-Sisi
18. [Download] Bagaimana Kita Menyeru Kepada Islam – Fathi Yakan
19. [Download] Analisis Instan Problematika Dakwah Kampus – Ridwansyah Yusuf Achmad
20. [Download] Amal Jama’i – Syaikh Musthafa Masyhur
21. [Download] Al Wala’ – Sa’id Hawa dan Sayid Qutb
22. [Download] Virus-virus Ukhuwah – Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah
23. [Download]  Tanggung jawab Pemuda Islam Hari Ini – Abul A’la Al-Maududi
24. [Download] Rekayasa Lembaga Dakwah Kampus – Ridwansyah Yusuf Achmad
25. [Download] Manhaj Hidup Muslim – Al Maududi
26. [Download] Ke Arah Kesatuan Gerakan Islam – Fathi Yakan
27. [Download] Generasi Pemuda dan Perubahan – Fathi Yakan
28. [Download] Jalan Dakwah – Antara Qiyadah dan Jundiyah – Syaikh Musthafa Masyhur
29. [Download] Fiqih Sunah – Sayyid Sabiq
30. [Download] Fatwa Kontemporer – Yusuf Qardhawi – Media Islam – 2005
31. [Download] Muhammad Marketing – Thorik Gunara dan Utus Hardio Sudibyo (Full Version)
32. [Download] Fiqh Prioritas – Yusuf Qaradhawy (Full Version)
33. [Download] Ilusi Negara Islam – Abdurrahman Wahid (Full Version)
33. [Download] Kumpulan Tulisan Anis Matta
Buku Pengetahuan Lainnya
1. [Download] Gurita Cikeas – George Junus Aditjondro (Full Version)
2. [Download] MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011 - Wawasan Ke-Indonesia-an
3. [Download] Panduan Praktis Sekolah ke Inggris – Atase Pendidikan KBRI London
4. [Download] Bahan Uji Publik Kurikulum Pendidikan 2013

Minggu, 20 Mei 2012

HIDUP MENJAGA MARTABAT

Kehidupan sekarang ini sebenarnya merupakan daur ulang kehidupan masa lalu. Dalam ilmu sejarah, dikatakan bahwa sebenarnya sejarah manusia itu berulang, walaupun di sana-sini ada perubahan baru. Pada zaman sebelum Al Qur’an diturunkan di Mekkah kepada Rasulullah Muhammad SAW, orang-orang Quraisy memiliki kebiasaan berdagang antara Yaman dan Syam yang kota Mekkah dijadikan transitnya. Kehidupan berdagang kala itu bercirikan persaingan antar suku dan khafilah. Dalam kondisi seperti itu, logis kalau banyak orang mencari berbagai macam cara agar keselamatan dalam kehidupan berdagangnya terjaga. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yaitu:



1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, 2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. 3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). 4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy : 1-4)


Salah satu cara yang mereka tempuh adalah menuju sesembahan berupa berhala yang terbuat dari gundukan pasir atau batu. Mula-mula berhala itu dianggap hanya sekedar sebagai “perantara” permohonan kepada Tuhan, dan lama-kelamaan berubah menjadi benda-benda yang dipertuhankan. Saat itulah pada hakikatnya nalar masyarakat Arab waktu itu telah “mati” dan disebut zaman Jahiliyah atau zaman kebodohan. Dapat dikatakan pula, manusia Arab waktu itu telah jatuh martabatnya di depan berhala mereka. Menghadapi realitas seperti itu, Allah SWT tidak serta merta membiarkan hal ini terjadi terus-menerus. Maka, Allah SWT berkenan melenyapkan kebiasaan masyarakat Arab itu dengan menurunkan ajaran tauhid kepada Allah dan hanya beribadah kepada-Nya. Dengan demikian, derajat manusia kala itu berputar 180˚ yang menjadikan mereka menjadi makhluk ciptaan-Nya yang paling luhur dibanding makhluk yang lain di muka bumi ini.
Di zaman abad ke-21 Masehi ini, tampaknya “berhala-berhala” baru bermunculan di sana-sini. Kalau diamati, contoh berhala-berhala diantaranya yaitu Pertama, paham-paham atau isme-isme yang merupakan ciptaan manusia. Contohnya seperti materialisme (paham yang menekankan keunggulan faktor-faktor material di atas hal-hal yang bersifat spiritual), kapitalisme (paham yang menekankan peranan kapital/modal dalam memproduksi barang atau jasa), dan paham atau isme-isme yang lain.
Kedua, ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya seperti teori (yang telah terbukti atau hipotesis), rumus (postulat, neraca, dan lain-lain), dan lain sebagainya. Ketiga, aktivitas globalisasi. Perwujudan globalisasi menjurus pada perjuangan kepentingan yang bertopeng humanisme (semacam hak asasi manusia / HAM, kelestarian lingkungan hidup, etika global) dalam tampilan hegemoni ekonomi dan imperialisme terselubung.
Dalam berhala-berhala baru di atas, masalah Tuhan dan agama hanya dianggap sebagai faktor pinggiran, bukan faktor pusat dan faktor penentu. Agama Islam tegas menyatakan keyakinan tauhid adalah faktor penjaga martabat manusia dari godaan dan gangguan dari berhala-berhala.


Oleh : M. Damami
Editor : Syamsi

Sabtu, 19 Mei 2012

MEMBUMIKAN JIWA SYUKUR

Adalah wajar jika manusia menginginkan hidupnya terasa menyenangkan dan kali tentu setuju bila kebahagiaan juga disandingkan dengan kehidupan kita. Kita pun yakin jika ketenteraman merupakan dambaan dalam kehidupan kita semua, itu terbukti kita selalu memohon dan berdo’a kepada Allah SWT, seraya berkata “Robbana Atina Fiddunya Khasanah wa Fil Akhiroti Khasanah Wa Qina ‘adza Bannar” yang artinya (Ya Allah berilah kepada kami kebahagiaan di dunia dan berilah kebahagiaan juga di akhirat dan jauhkanlah dari siksa api neraka).
Kalau kita saksikan kehidupan orang-orang di sekitar kita, tentu banyak menemukan kehidupan manusia yang berbeda. Ada yang hidupnya kacau padahal dia orang yang berada dengan memiliki harta yang melimpah. Disini, bisa kita ambil pelajaran bahwa kekayaan tidak menjadikan kehidupan seseorang itu bahagia, memang tanpa harta kita tidak bisa bersenang-senang, tapi harta dan kekayaan bukan jaminan seseorang hidupnya senang dan bahagia. Di sisi lain, kita menemukan ada kehidupan yang tenang dan tenteram padahal dia miskin bergaji kecil, rumahnya bukan milik pribadi melainkan milik orang lain (kontrakan), tapi dia menemukan kebahagiaan dalam kehidupannya. Ternyata, kunci untuk menemukan kehidupan yang tenteram dan nyaman adalah syukur.
Sangat sederhana dan singkat tapi kalau sudah bertengger di qolbu kita, maka akan  ditemukan ketenangan hidup. Syukur itu berarti mengikat nikmat, jika kita mendapat rizki (uang, jabatan, ilmu, jodoh, kesehatan, dan lain-lain) itu berarti kita telah mengikat nikmat yang ada, sehingga tak berhamburan. Inilah yang disebut barokah, memiliki uang barokah, memiliki jabatan dan ilmu dapat bermanfaat untuk orang lain, memiliki jodoh yang setia, memiliki badan yang sehat karena digunakan belajar, bekerja, dan beribadah. Selain itu, jika kita selalu bersyukur, maka Allah akan menurunkan nikmat yang lebih banyak yang sesuai dalam firman Allah SWT yaitu:



Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".” (QS. Ibrahim : 7)

Agar jiwa syukur selalu hadir di kehidupan kita, maka ada beberapa cara agar jiwa syukur bisa kita raih dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya, yaitu:
  •  Pertama, Dalam hidup jangan pernah merasa memiliki dan dimiliki, maka yakinlah bahwa semua apa yang ada di muka bumi ini hanyalah milik Allah SWT termasuk jiwa dan raga kita yang kelak akan kembali pada-Nya. Begitu pula dengan harta benda, jabatan, kesehatan, ilmu dan lain-lain itu semua hanya titipan Allah, kita hanya diperintahkan untuk menjaganya dengan baik dan mengembalikannya pada-Nya dengan baik pula. Hal ini sesuai firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 284 yang artinya “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu... 
  • Kedua, ingatlah selalu pesan Rasulullah SAW, “Jika urusan dunia tengoklah bawahmu jika urusan akhirat tengoklah atasmu.” Artinya adalah, kita sebagai manusia yang beriman dengan memiliki kehidupan yang cukup haruslah selalu melihat orang-orang yang kehidupannya berada di bawah kita agar kita bisa selalu bersyukur bahwa semua yang kita miliki adalah nikmat dari Allah SWT. Selain itu, jika kita merasa ibadah kita kurang memuaskan, maka kita harus melihat orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah SWT sepanjang hidupnya agar kita bisa memperbaiki ibadah kita untuk ke arah yang lebih baik.

Itulah dua renungan yang perlu kita pasang dalam kehidupan kita, agar hidup yang kita lalui tersa lebih indah, tenteram, dan menyenangkan.

Oleh : M. Khairul Anam,S.Pd.I
Editor : Syamsi 

ORANG BERIMAN MENGAWAL KEKUASAAN ALLAH

Menurut Al Qur’an, kesadaran tentang “kekuasaan” itu tidak dapat dilepaskan dari diri manusia. Dikatakan di dalam Al Qur’an, bahwa sekalipun kedudukan manusia itu ditegaskan sebagai “hamba”, namun manusia dianugerahi peranan sebagai “khalifah” Allah SWT, yaitu sebagai wakil atau pengemban amanah Allah SWT di bumi ini. Sebab, segala isi bumi itu memang disediakan oleh Allah untuk manusia seluruhnya, bukan untuk makhluk yang lain, makhluk jin misalnya. Seperti pada firman Allah SWT yaitu:



Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." ” (QS. Al Baqarah : 30)

Apa hakikat “kekuasaan” yang dianugerahkan Asllah SWT kepada manusia itu? Kekuasaan yang dimiliki manusia adalah kekuasaan yang diwakilkan oleh Allah SWT yang dalam kekuasaan tersebut dipenuhi rasa tanggung jawab yang sangat berat. Perlu ditegaskan disini, “kekuasaan” disini bukan sekedar kekuasaan karena sistem aturan politik, organisasi, dan lain-lain, melainkan juga kekuasaan yang melekat pada setiap individu manusia.
Selain itu betapa pun besar dan kuatnya kekuasaan yang dimiliki, menurut Al Qur’an, tetaplah kekuasaan tersebut titipan Allah SWT. Oleh karena itu, siapa pun orangnya kalau ingin disebut sebagai penguasa dalam arti yang sesungguhnya adalah orang yang benar-benar menyadari bahwa dirinya hanyalah pelaksana kekuasaan Allah SWT di bumi ini dan tidak pernah terbesit sedikit pun di dalam hatinya bahwa dirinya memiliki kekuasaan yang sepenuh-penuhnya, sebebas-bebasnya. Atau dengan kata lain penguasa dalam arti yang sesungguhnya adalah penguasa yang beriman kepada Allah SWT. Sebab, sifat dan kebiasaan orang yang benar-benar beriman (mukmin) adalah senantiasa berkonsultasi dan melaporkan segala tindakan dan perbuatannya kepada Allah SWT misalnya lewat dzikir (mengingat secara fungsional atas kekuasaan Allah dan hasilnya kalau taat kepada-Nya serta akibatnya kali melenceng dari aturan-Nya), doa, dan disiplin shalat dengan khusyu’.

Oleh : M. Damami
Editor : Syamsi

MENJAWAB PERTANYAAN AL QUR’AN

Sudah kita rasakan tahun berubah dari tahun 1432 H menjadi tahun 1433 H dan dari tahun 2011 menjadi tahun 2012. Pergantian tahun dan hari tersebut di atas, menjadi pandangan yang biasa kita rasakan. Anak kecil pun tahu bahkan tanpa memperhatikan serius matahari terbit di timur, naik sampai puncak ketinggian pada siang hari kemudian turun kembali dan tenggelam di barat lalu berganti menjadi petang hari dan seterusnya hingga berganti hari. Karena malam dan siang menjadi pemandangan rutin sehari-hari maka tidak menjadi istimewwa lagi. Tetapi mengapa Al Qur’an berulang-ulang menegaskan bahwa pergantian dan silih bergantinya malam dan siang termasuk dalam firman Allah di bawah ini mengandung pelajaran bagi orang yang mempunyai penglihatan atau daya pandang yang dalam bahasa arab yaitu abshar atau bagi orang yang menginginkannya?



Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS. Al Furqon : 62)

Firman Allah menyebutkan dalam surat Ali Imron ayat 190 yang berarti “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. Selain gelap, pada malam hari udara terasa juga sejuk atau lebih dingin dibandingkan siang hari. Inilah salah satu peristiwa yang pasti terjadi di alam. Malam senantiasa gelap dan siang terang benderang. Pertanyaan yang dapat dimunculkan, mengapa pada malam hari gelap dan pada siang hari terang benderang? Mengapa ada gelap dan ada terang? Pergantian malam dan siang mengisyaratkan adanya paket-paket dari kondisi tidak seimbang di alam semesta. Kehidupan bergantung pada keberadaan paket-paket ini. Sulit dibayangkan bagaimana kehidupan akan berlangsung jika bumi pada posisi menggantikan planet Saturnus atau Neptunus.
Fenomena malam dan siang menuntun pada keterbatasan alam, baik aspek waktu maupun ruang. Keberhinggaan alam semesta dari sisi waktu pada gilirannya menuntut kehadiran Sang Pencipta, Allah SWT. Disamping itu banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung pertanyaan-pertanyaan.
Untuk menjawab pertanyaan Al Qur’an, rasanya belum cukup anak cucu kita nanti hanya mampu baca Al Qur’an dengan baik dan benar, tetapi perlu sejak dini/kecil mereka diberi pemahaman yang lebih terhadap Al Qur’an terutama tantangan atau pertanyaan Al Qur’an kepada manusia agar generasi penerus bangsa kelak akan jauh lebih baik daripada generasi sekarang ini.

Oleh : Achmad Lutfi, M.Pd.
Editor : Syamsi

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons