Kamis, 19 September 2013

Nek Aku Gak Niat, Kon Kate Lapo? (Renungan Mengenai Urgensi Niat)

"Manusia terkuat dan pemberani adalah manusia yang bisa mengalahkan dirinya sendiri" (*)
"Hal yang paling susah aku taklukkan adalah niat ku sendiri" 

Kata-kata yang sungguh luar biasa dari seorang yang juga luar biasa Abu Abdullah Sufyan bin Sa'id bin Masruq al-Tsauri. Mengapa niat merupakan suatu hal yang sangat susah untuk dikendalikan?? Hal ini dikarenakan banyak sekali orang yang baru sebentar berniat kemudian dengan seketika berubah hanya karena rasa malas, rasa susah untuk mencapai, pesimis, atau bahkan sudah lupa akan niat-nya. 

Dengan 1001 cara syaitan menggelincirkan manusia dari jalan yang benar yaitu jalan-NYA ALLAH SWT dengan mengoyak membabat habis niatan kita dalam meraup ridho-NYA, hal ini dapat terlihat ketika kita sholat, ketika bersedekah, ataupun ketika berbuat baik kepada orang lain pasti ada-ada saja bisikan dari syaiton yang mengubah arah niatan kita, ketika sholat mungkin dalam pikiran terbersit akan hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, ketika bersedekah terbersit rasa riya ataupun tidak ikhlas, ketika berbuat baik terbersit rasa pamrih kepada orang yang kita bantu atau yang lainnya yang intinya muncul dibenak kita tentang niatan yang lain selain niatan untuk mencaari ridho Allah SWT, oleh karena itu perbanyak ber-Istighfar kepada Allah SWT mungkin dari sekian sikap dan apapun yang kita lakukan ada sedikit atau pun banyak racun yang tercampur dalam niatan kita dalam meraup ridho Allah SWT, selalu berdoa kepada Sang punya Ridlo (Allah SWT) agar selalu dijaga niatannya untuk beribadah, agar selalu diingatkan untuk meneguhkan niatan karena Allah Ta'Ala, karena menjaga niat karena Allah SWT maka Allah akan menghadiahkan kita dengan hal yang sangat kita harap-harapkan sesuai dengan hadist Arbain dibawah ini. 


Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi di dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

MARILAH MENJAGA NIAT KARENA ALLAH SWT...
Tulisan oleh Arif Tri Mardianto

(*) Kalau pakai logika menang – kalah, maka aku besar lah yg harus mengalahkan aku-aku kecil seperti kemalasanku, kelemahanku,ketidakpedulianku, kesombonganku, kebanggaanku, kebangsaan-ku, ke-alumnian- ku, kesukuanku, dst.

“Andai manusia tidak melakukan kesalahan niscaya Allah akan datangkan suatu kaum yang melakukan kesalahan kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.“ (HR Muslim dan Ahmad).

SOLUSI UNTUK MACETNYA JALANAN KEPUTIH TERCINTA

Jalanan Keputih Melalui Google Map

Jalanan Keputih bisa dikatakan merupakan jalan utama yang banyak dilalui oleh mahasiswa baik dari kampus ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) maupun kampus UHT (Universitas Hang Tuah) dikarenakan jalan keputih adalah pusat keramaian bagi mahasiswa kampus tersebut, mulai dari tempat makan, tempat kebutuhan alat tulis, dan tempat kebutuhan sehari-hari ada di jalan ini. Tidak bisa dipungkiri untuk saat ini jalan keputih merupakan tempat yang banyak diminati oleh investor karena memiliki tempat yang strategis, tidak hanya untuk membangun pusat pertokooan namun juga perumahan-perumahan elite.
Seiring dengan berjalannya pembangunan sebuah kompleks perumahan di jalan keputih timur dan berlalu lalangnya sebuah mobil truk yang mengangkut bahan-bahan pembangunan membuat jalanan keputih yang dulu lancer sekarang dilanda kemacetan. Tetapi untuk saat ini kompleks perumahan tersebut sudah bisa dibilang selesai dan bisa ditinnggali, jadi kuantitas truk yang lewat di jalan tersebut berkurang. Namun sekarang kendalanya adalah bukan pada truk pengangkut bahan bangunan tetapi pada mobil-mobil orang yang tinggal di kompleks perumahan tersebut. Mobil-mobil tersebutlah yang sekarang penyebab timbulnya kemacatan di jalan keputih, apalagi ketika jam berangkat kerja jalan tersebut pasti macet karena jam berangkat kerja tersebut sama dengan jam masuk kuliah bagi mahasiswa. Ditambah pula ada anak-anak Sekolah Dasar dan TK yang sekolahnya juga terdapat di jalan keputih jam masuknya juga berbarengan. Jika peristiwa ini terus berjalan maka tidak bisa dipungkiri maka jalan keputih bisa menjadi “The Second Jakarta” karena dipenuhi oleh banyaknya kendaraan yang berlalu lalang dan padatnya jalan keputih ini. Oleh karena itu saya menawarkan beberapa tahapan solusi atas peristiwa ini.

Tahap yang pertama adalah mengatur alur atau laju lalu lintas dengan memberi lampu lalu lintas di pertigaan keputih. Karena di pertigaan tersebutlah yang menurut saya sering menjadi titik utama kemacetan karena tidak ada lampu lalu lintas maka banyak kendaraan yang mementingkan dirinya sendiri dan tidak mau mengalah. Dan juga di titik ini juga dekat dengan sekolah TK yang mengakibatkan titik ini sering banyak angkutan umum berhenti sekedar untuk menurunkan penumpangnya.

Tahap yang kedua jika tahap yang pertama sudah dijalankan, pada tahap kedua ini ada dua macam yang pertama jika ingin direalisasikan dalam jangka waktu pendek dan yang kedua adalah dalam jangka waktu yang panjang. Yang dalam jangka waktu yang pendek adalah melebarkan jalan yang berada di jalan keptih timur karena hanya pada jalan keputih timur saja yang masih ada jarak antara jalan raya dengan perumahan warga, bukan hanya melebarkan jalan saja tetapi juga setelah jalannya dilebarkan yaitu mengatur alur jalanya dengan cara membagi dua jalur yaitu untuk kendaraan roda dua dan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Sedangkan dalam jangka waktu yang panjang adalah membangun jalan alternatif dari kompleks perumahan karena sejatinya orang-orang yang beerada di kompleks perumahan tersebut adalah orang kantoran dan kantornya berada di pusat kota Surabaya, oleh karena itu membangun jalan alternatif yang menghubungkan antara pusat kota Surabaya dengan kompleks perumahan tersebut.

Untuk tahap yang ketiga adalah dengan menyadarkan penduduk keputih agar tidak perlu menggunakan kendaraan apalagi bila hanya ingin berpergian dalam jarak yang pendek. Tahap yag ketiga ini juga berlaku pada mahasiswa di kampus sekitarnya apabila masih peduli terhadap jalan keputih ini maka pastilah mereka akan berpikir panjang untuk jalan ini. Karena menurut saya cara ini merupakan cara yang simple tapi yang sangat sulit dilakukan maka dari itu saya meletakkannya pada tahap ketiga. Tahap-tahap tersebut bisa terealisasikan dengan adanya kerjasama antara semua pihak mulai dari warga keputih, mahasiswa dari sekolah-sekolah maupun kampus sekitar, polisi lalu lintas, dan yang paling penting adalah Pemerintah Kota Surabaya yang setidaknya mengawasi seluruh kegiatan pembangunan di wilayah Surabaya agar nantinya tidak ada pihak yang dirugikan dari kegiatan pembangunan tersebut. Mungkin itu solusi yang bisa saya tawarkan, bisa atau tidaknya direalisasikan tergantung diri pihak-pihak terkait dan tentunya adalah kesadaran diri kita sebagai mahasiswa. Semoga jalan keputih ini bisa menjadi lancar kembali.

Jumat, 05 Juli 2013

Optimalisasi Sektor Akademik Dan Prestasi

(Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 25 di UMY)

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah!" (QS. Ali Imran [3] : 110)

  • Menyamakan Persepsi Mengenai “Prestasi”
Secara fitrah dalam diri manusia telah tersimpan sebuah file prestasi. Dengan artian, setiap manusia berkeinginan mempunyai prestasi, baik itu prestasi kecil ataupun besar. Jadi, tidak ada manusia yang menginginkan dirinya tidak berprestasi dan menjadi manusia gagal.

Dalam al-Quran, Allah Swt. telah menyatakan bahwa umat Islam adalah khairu ummah (sebaik-baik umat) (Q.S. Ali Imron: 110). Di samping itu, umat Islam telah diperintahkan untuk saling berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan agar memperoleh kenikmatan di akhirat (Q.S. Al Baqarah: 148). Allah Swt. juga ingin menguji siapakah yang paling baik amalannya? (Q.S. Al-Mulk: 2). Jadi, dari ayat-ayat itu telihat bahwa hendaknya seorang muslim tidaklah jauh dari prestasi.

Bagi umat Islam, Rasulullah Saw. adalah seorang teladan yang sangat menyukai prestasi. Hal ini terlihat dari setiap amalan Rasulullah Saw. yang selalu terjaga kualitasnya. Dalam al-Quran, Allah Swt. berfirman: ”Bahwa yang diperoleh manusia hanya apa yang diusahakannya. Bahwa usahanya akan segera terlihat” (Q.S. 53:39-40). Dari kedua hal itu terlihat bahwa prestasi tidaklah dinilai berdasarkan keturunan atau hal lain. Namun, prestasi dinilai berdasarkan kerja.

Prestasi yang dimaksud di sini adalah keberhasilan meraih apresiasi/pengakuan dari lembaga/organisasi/perorangan atas usaha maksimal yang telah dilakukan. Jadi, prestasi bukan diri kita yang menyematkannya. Prestasi sendiri dapat berupa prestasi akademik, sosial, seni, entrepreneur, dsb.
  • Lalu, apa hubungannya prestasi dengan syiar di jurusan?

Perlu dipahami bahwa syiar di jurusan dapat dilakukan oleh mahasiswa, khususnya dilakukan oleh mahasiswa yang berada di LDJ atau mentor di jurusannya. Seorang mahasiswa yang mensyiarkan Islam hendaknya memiliki prestasi. Prestasi itu dapat berupa IP (Indeks Prestasi) yang memuaskan dan di atas rata-rata (IP>2,75), memenangkan lomba-lomba (diskusi, karya tulis, olimpiade bidang keilmuan), menjadi
Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), menjadi entrepreneur atau teknopreneur, dsb.

  • Mengapa Mentor Harus Berprestasi?

Berdasarkan statistik yang ada, hanya ada 230 saintis/ilmuwan diantara 1 juta penduduk di negara dengan mayoritas muslim. Namun, terdapat 5000 saintis per 1 juta penduduk di Amerika Serikat. Selain itu, ada 1000 teknisi per 1 juta penduduk di negara dengan mayoritas penduduk nasrani, tetapi hanya ada 50 teknisi per 1 juta penduduk di dunia Arab (Yahudi, Mengapa Mereka Berprestasi? Hal. 16).

Jadi tidak terlalu aneh ketika kita mendengar kata prestasi, maka yang terbayang adalah orang barat dengan peralatan canggihnya atau orang cina dengan keahliannya yang luar biasa. Jarang terlintas dalam benak kita bayangan seorang muslim yang taat beribadah saat kita mendengar kata itu. Ini adalah paradigma yang harus dihapus oleh umat Islam sendiri. Dan kita sebagai mahasiswa yang bergerak dalam dakwah, tentu mempunyai peranan penting dalam mewujudkannya. Langkah sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan menjadi seorang mentor yang prestatif.

Mentor haruslah berprestasi karena mentor adalah teladan bagi para mente. Kita juga harus ingat bahwa 'tindakan' berteriak lebih lantang dibandingkan dengan 'kata-kata'. Selain mendengar perkataan seorang mentor, mente tentu juga akan melihat background dari mentor itu. Hal yang paling sederhana adalah mente melihat IP dari mentor melalui INTEGRA. Apabila IP mentor bagus, maka mente akan lebih percaya dan lebih mau meneladani mentornya.

Ingatlah bahwa setiap orang mempunyai potensi untuk bisa meraih prestasi, yang membedakan adalah kemauan dan kerja keras seseorang untuk mendapatkannya. Menurut Thomas Alfa Edison, kesuksesan adalah 1% pemikiran dan 99% kerja keras. Jadi, prestasi akan didapat jika kita bekerja keras untuk meraihnya.

Sejarah telah mengajarkan kita bahwa tidak ada prestasi tinggi yang dicapai kecuali dengan kerja keras, ketekunan, ketelitian, dan selalu belajar dari kesalahan untuk bangkit lagi. Oleh sebab itu, bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menjadi seorang mentor yang berprestasi dan unggul dalam potensi yang telah dianugerahkan Allah Swt.

  • Ciri-Ciri Orang Prestatif

Mengutip dari ilmu psikologi, McClelland, Atkinson, dan Birch (dalam Bernstein, dkk, 1988) mengatakan bahwa ciri-ciri individu dengan motivasi berprestasi yang tinggi adalah :

  1. Menetapkan tujuan yang menantang dan sulit namun realistik.
  2. Terus mengejar kesuksesan dan mau mengambil resiko pada suatu kegiatan.
  3. Merasakan puas setelah mendapatkan kesuksesan, namun terus berusaha untuk
  4. menjadi yang terbaik.
  5. Terpacu untuk terus mencoba dan mengambil kesempatan.
  6. Tidak merasa tergangu atas kegagalan yang diperoleh.

Sebaliknya, Atkinson dan Feather (dalam Feldman, 1992) mengatakan bahwa ciri-ciri individu yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah adalah individu yangtermotivasi oleh ketakutan akan kegagalan. Dalam melakukan tugas, individu tidak memikirkan bahwa dirinya akan mendapatkan kesuksesan, tetapi lebih terfokus agar suatu tugas yang dilakukannya tidak mendapatkan kegagalan. Sebagai hasilnya, individu cenderung untuk mengambil tugas yang mudah sehingga dirinya yakin akan terhindar dari kegagalan atau mencari tugas yang sangat sulit sehingga kegagalan bukanlah hal yang negatif karena hampir semua individu akan gagal melakukannya. Selain itu, individu juga menghindari tugas yang tingkat kesulitannya menengah karena individu mungkin akan gagal sementara yang lain berhasil (Atkinson & Feather
dalam Feldman, 1992). Menurut Weiner (dalam Bernstein, dkk, 1988) ciri-ciri individu yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah adalah individu yang apabila dirinya memperoleh kegagalan setelah melakukan tugas, maka individu tersebut cenderung untuk segera meninggalkan tugasnya.

Meskipun nilai prestasi yang dibahas di sini hanya diukur dari hasil yang nampak. Namun, jika tidak terwujud sesuai harapan, hendaknya seseorang melakukan introspeksi/muhasabah mengapa ia gagal.

Identik dengan kesuksesan, prestasi adalah titik temu antara persiapan dan kesempatan. Oleh karena itu mentor seyogyanya selalu dalam keadaan siap untuk berkompetisi agar ketika datang suatu kesempatan, maka ia dapat mengambilnya dan mengupayakannya secara optimal.

Untuk menjadi orang yang selalu siap, maka harus ada satu bidang yang benar-benar Dikuasai oleh mentor. Hal ini seperti keadaan pada saat zaman Rasulullah Saw,sahabat-sahabat Rasul memiliki spesialisasinya sendiri-sendiri. Begitu pula mentor,harus ada satu bidang yang ia benar-benar kuasai seluk-beluknya, misalnya kemampuan berbahasa Inggris. Jadi ia harus menekuni bahasa Inggris sampai benar-benar mahir, sehingga ketika ada lomba debat bahasa Inggris ia telah siap untuk berkompetisi.

Menurut pepatah, kesempatan tidak datang dua kali. Untuk mengetahui adanya kesempatan, kita membutuhkan informasi. Pada zaman ini, informasi tidaklah susah diperoleh. Namun, masih banyak para mentor yang kesulitan untuk mendapatkan akses informasi mengenai lomba-lomba. Berikut kiat-kiat optimalisasi mendapatkan informasi lomba.:

  1. Mengoptimalkan penggunaan facebook, informasi lomba sering sekali di informasikan melalui facebook. Hal ini dapat dilakukan dengan cara bergbung dengan grup-grup yang meng-update info-info lomba.
  2. Melihat website info lomba seperti www.info-lomba.com , lombaapasaja.blogspot.com ,lomba-terhangat.blogspot.com , ajangkompetisi.com, dan sebagainya.

Salah satu tantangan untuk menjadi mentor prestatif adalah kemampuan untuk memanajemen waktu. Dibutuhkan manajemen waktu yang baik untuk meraih prestasi. Hal ini dikarenakan biasanya pada saat mengikuti kompetisi-kompetisi di luar kota, tidak jarang kita mengorbankan waktu kuliah kita. Jika kita tidak memanajemen waktu dengan baik, maka kuliah kita akan berantakan. Oleh karena itu, buku “Breaking The
Time” bisa menjadi salah satu referensi yang bagus bagi kita dalam memanajemen waktu.

Nur Abdillah Siddiq. Dimuat dalam buku "LDJ ITS BERAKSI bab 4.

Minggu, 23 Juni 2013

Ebook Superlengkap Untuk Aktivis Dakwah Kampus

NB : Jika ada yang error link mohon segera diberitahukan di bagian komentar dengan menunjukkan link judul mana yang error, insya Allah admin akan segera memperbaiki atau mengklarifikasinya.Terima kasih. :-)
Petunjuk Download (Link download menggunakan free hosting sendspace.com)
1. Klik tulisan [Download] pada judul buku yang akan diunduh, kemudian  akan muncul jendela/tab halaman link download
2. Pada gambar seperti di bawah ini, klik tulisan “Clik here to start download from sendspace
petunjuk unduh ebook

3. Selanjutnya, proses mengunduh akan berjalan dan hasilnya akan tersimpan di lokasi hasil download yang menyesuaikan pengaturan komputer masing-masing
Buku Rekomendasi utama
1. [Download] Riyadush Shalihin – Imam Nawawi (Full Version)
2. [Download] Membentuk Karakter Cara Islam – Anis Matta (Ringkasan)
3. [Download] Model Manusia Muslim Abad XXI – Anis Matta (Review)
4. [Download] Mencari Pahlawan Indonesia – Anis Matta (Full Version)
5. [Download] Madarijus Salikin (Pendakian Menuju Allah) – Ibnul Qayyim al Jauziyah (Full Version)
6. [Download] La Tahzan – Don’t Be Sad – Jangan Bersedih – Aidh Al Qarniy (Full Version)
7. [Download] 8 Habits – Stephen R. Covey (Full Version)
8. [Download] Untukmu Kader Dakwah – KH. Rahmat Abdullah (Full Version)
9. [Download] Menikmati Demokrasi – Anis Matta (Ringkasan)
10. [Download] Ma’alim fi Ath Thariq (Petunjuk Jalan) – Sayyid Quthb (Non Full Version)
11. [Download] Dari Gerakan ke Negara – Anis Matta – Ringkasan
12. [Download] Al Islam (Ringkasan)
13. [Download] Syarah Ushul Isyrin – Hasan Al Banna (Full Version)
14. [Download] Fiqh Al Sirah Jilid 1 – Ramadhan Al Buthy (Full Version)
15. [Download] Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin – Majmu’atur Rasail – Hasan Al Banna (Full Version)
16. [Download] Capita Selecta Jilid 1 – M. Natsir (Full Version)
17. [Download] Capita Selecta Jilid 2 – M. Natsir (Full Version)
18. [Download] Selamatkan Indonesia, Agenda Mendesak Bangsa – Amien Rais (Full Version)
19. [Download] Zionisme : Gerakan Menaklukkan Dunia – Z. A. Maulani (Full Version)
Buku – Buku Islam lainnya
1. [Download] Re-Code Your Change DNA – Rhenald Kasali (Full Version)
2. [Download] – Dakwah Fardiyah – Mustafa Masyhur
3. [Download] 36 Strategi Perang ala Tsun Zu – Ringkasan
4. [Download] Mengembalikan Hak Umat – Amin Sudarsono (Full Version)
5. [Download] Jurnal Ilmiah Internasional - Framing Dakwah Frame Alignment Processes and KAMMI’s Struggle for a Sacred Society
6. [Download] Kumpulan E-Book Fiqh oleh Yusuf Qaradhawy
7. [Download] Usrah dan Dakwah – Hasan al Banna
8. [Download] Tarbiyah Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna – Dr. Yusuf Qardhawi
9. [Download] Sistem Masyarakat Islam Dalam Al-Quran dan Sunnah – Dr. Yusuf Qardhawi
10. [Download] Risalah Pergerakan Pemuda Islam – Mustafa Muhammad Thahan
11. [Download] Jurnal Muslim Negarawan
12. [Download] Jalan Dakwah – Mustafa Masyhur
13. [Download] Hasan Al Banna Sang Inspirator – Umar Tilmisani
14. [Download] Bukti Penguat Ikhlas – Yusuf Qaradhawy
15. [Download] Detik-Detik Hidupku – Hasan al Banna
16. [Download] Beberapa Studi Tentang Islam – Sayyid Quthb
17. [Download] Bagaimana Menyentuh Hati – Abbas As-Sisi
18. [Download] Bagaimana Kita Menyeru Kepada Islam – Fathi Yakan
19. [Download] Analisis Instan Problematika Dakwah Kampus – Ridwansyah Yusuf Achmad
20. [Download] Amal Jama’i – Syaikh Musthafa Masyhur
21. [Download] Al Wala’ – Sa’id Hawa dan Sayid Qutb
22. [Download] Virus-virus Ukhuwah – Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah
23. [Download]  Tanggung jawab Pemuda Islam Hari Ini – Abul A’la Al-Maududi
24. [Download] Rekayasa Lembaga Dakwah Kampus – Ridwansyah Yusuf Achmad
25. [Download] Manhaj Hidup Muslim – Al Maududi
26. [Download] Ke Arah Kesatuan Gerakan Islam – Fathi Yakan
27. [Download] Generasi Pemuda dan Perubahan – Fathi Yakan
28. [Download] Jalan Dakwah – Antara Qiyadah dan Jundiyah – Syaikh Musthafa Masyhur
29. [Download] Fiqih Sunah – Sayyid Sabiq
30. [Download] Fatwa Kontemporer – Yusuf Qardhawi – Media Islam – 2005
31. [Download] Muhammad Marketing – Thorik Gunara dan Utus Hardio Sudibyo (Full Version)
32. [Download] Fiqh Prioritas – Yusuf Qaradhawy (Full Version)
33. [Download] Ilusi Negara Islam – Abdurrahman Wahid (Full Version)
33. [Download] Kumpulan Tulisan Anis Matta
Buku Pengetahuan Lainnya
1. [Download] Gurita Cikeas – George Junus Aditjondro (Full Version)
2. [Download] MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011 - Wawasan Ke-Indonesia-an
3. [Download] Panduan Praktis Sekolah ke Inggris – Atase Pendidikan KBRI London
4. [Download] Bahan Uji Publik Kurikulum Pendidikan 2013

Kamis, 07 Februari 2013

Kisah Pelajar SMA Memeluk Islam

Aku pernah bekerja sebagai seorang guru olah raga di salah satu sekolah SMA di kota Fort Mead wilayah Maryland di negara Amerika. Aku mengajar lima kelas berbeda di sekolah itu. Mulai dari kelas sembilan (tiga SMP) sampai dengan kelas duabelas (tiga SMA), masing- masing lokal berjumlah sekitar 40 murid.
Pada suatu hari seorang murid bernama James meminta izin ingin bertemu denganku. Ia bukanlah salah seorang murid dari kelas yang aku tangani. Ia meminta izin melalui salah seorang muridku. Ketika aku menemuinya di kantor, ia bertanya tanya tentang perkara dalam islam. Lantas aku memberikan jawaban yang ringkas. Selanjutnya ia kembali menemuiku dan meminta keterangan tambahan tentang hal itu. Aku bertanya kepadanya “Apakah pertanyaan ini berhubungan dengan pelajaran ilmu kemasyarakatan yang sedang engkau pelajari?”. Jawabnya bahwa ia telah membaca buku tentang islam di perpustakaan sekolah yang memunculkan perasaan ingin tahunya tentang islam.
Negara Amerika membuat peraturan tentang adanya pemisah antara urusan agama dan negara. Aku beritakan bahwa pembicaraan tentang masalah ini panjang lebar kurang tepat dilakukan secara umum. Oleh karena itu aku mengundangnya untuk makan di restoran yang ada di dekat sekolah. Setelah mendengar panjang lebar penjelasanku tentang islam dan tauhid,
Pada waktu itu usia james masih 16 tahun. Ada beberapa ganjaran yang masih menggelaayuti pikiranku. Pertama, ia masih belum usia dewasa. Jika kedua orang tuanya tahu bahwa dia serius mempelajari islam dan selalu berbincang denganku, tentu mereka akan melarangnya. Di samping itu, kota Fort Mead tidak lebih sebuah kota kecil tempat pangkala bersenjata dan masih termasuk wilayah militer. Aku berfikir, jangan – jangan yang demikian dapat menimbulkan problem, karena itu pemuda itu bekerja di pangkalan tersebut.
Walau demikian, aku masih sering bertemu dengannya di resoran itu. Setiap pertemuan aku selalu memberi penjelasan yang lebih luas agar ia mendapat faedah yang lebih luas. Kemudian, muncul keinginannya untuk mengunjungi masjid tempat umat muslim melaksanakan sholat. Maka aku membawanya di masjid kota lauren yang berdampingan dengan Fort Mead. Masjid tersebut tidak lebih dari sebuah rumah kuno. Kaum setempat mengubah bentuknya menjadi tempat ibadah. Disana aku mengajarkan tatanan shalat yang akan membuatmu lebih tertarikl dan takjub. Karena shalat merupakan komunikasi secara langsung antara Allah dengan manusia.
Kemudian James mengabarka kepadaku tentang keinginannyauntuk memeluk agama islam dan menanyakan apa yang harus ia lakukan. Aku katakn caranya mudah, hanya dengan sebuah ucapan. Walau antusiasnya memeluk Islam sangat besar, ridak lupa aku sampaikan bahwa dosa terbesar yang diemban seorang hamba ketika bertemu dengan Rabbnya ialah dosa seorang murtad dari islam. Oleh karena itu ia harus menambah pengetahuannya tentang islam dan amalan yang telah Allah wajibkan baik yang berkaitan dengan tauhid atau perkara ibadah, agar ia memeluk Islam atas dasar kesadaran dan ilmu.
Beberapa hari kemudian, ia kembali menemuiku. Dengan anugerah dan nikmat Allah, serta dengan keinginan dan pilihan sendiri ia mengucapkan dua kalomat syahadat. Setelah itu dengan mengndarai mobilku, sekali dalam seminggu aku mengajaknya untuk melaksanakan shalat di masjid sekaligus untuk mendengarkan ceramah agama. Aku juga mulai mengajarkan huruf-huruf arab dan dengan mudah ia pelajari. Lantas aku mulai mengajarinya membaca Al Qur’an. Kemudian muncul keinginannya untuk mempelajari adzan. Setelah ia berhasil menguasainya, ia prktekkan ke masjid sebagaimana yang telah diajarkan. Pengaruh adzan yang ia dengar Dan ia kumandangankan terlihat jelas pada dirinya.
Pada suatu hari aku mengajaknya pergi ke masjid. Aku tercengang ketika melihatnya keluar tanpa menggunakan pakaian Amerika tapi malah mengenakan pakaian gamis. Apalagi masyarakat sekitar sudah mengetahui kalu aku sering pergi ke rumahnya dan menaminya pergi ke masjid. Mereka menanggapinya dengan perasaan tidak suka. Aku katakan kepadanya bahwa penampilan seperti ini akna mengundan banyak perhatian. Seorang muslim boleh memakai kemeja dan celana saat melaksanakan shalat. Setelah aku selesai bicara, ia memandangku dan menjawab dengan santai, “ya ustadz ahmad, imanmu lemah.” Aku bertanya, “apakah kedua orang tuamu melarangmu memakai gamis tersebut?”. Ia menjawab orang tuanya tidak melarangnya dan mereka memahaminya bahwa semua ini adalah keinginan dan pilihanku sendiri. Ia juga menyebutkan bahwa ibunya memasak daging halal seacara terpisah sebagai penghormatan terhadap dirinya yang tidak boleh memakan bangkai atau babi. Aku menjadi tenang mendengar semua itu.
Beberapa waktu kemudian, ia mendatangiku dengan membawa permintaan yang lain. Waktu itu ia masih duduk di bangku SMA. Ia ingin mengubah namanya dengan nama islami. Aku katakan hal itu tidak mesti selama nama itu tidak melanggar syari’at islam. Begitu juga dengan nama yang asing di kalangan teman – teman Amerikanya mungkin tidak membantunya dalam usaha untuk mendakwahi mereka ke dalam islam. Atau mungkin diantara mereka ada yang menyangka bahwa ia haarus menukar namanya jika ia ingin memeluk islam. Jika mreka mengetahui hal itu mungkin mereka akan mencuekinya. Namun ia menjawab dengan ucapanya yang lalu, “Ya ustaz Ahmad . . . imanmu lemah.” Sejak itu namanya berubah menjadi James Husain Abeba. Kelihatanya namanya yang terakhir diambil dari nama orang Afrika yang banyak ipakai oleh bangsa amerika berkulit hitam.
Setelah berhasil menyelesaikan jenjang SMU, ia mulai mencari pekerjaaan di saat liburan musim panas. Ia mendapat sebuah pekerjaan sebagai penerima tamu di salah satu klinik milik seorang dokter muslimah. Ia banyak mengisi waktunya dengan membaca, karena klinik itu baru berdiri, sehingga tugas yang dilakukan masih sedikit.
Pada suatu hari, aku berkesempatan untuk melakukan umrah di bulan Ramadhan. Ini adalah kali pertama aku menghabiskan waktu di Mekkah dan Madinah, ini adalah bulan yang berkah. Di balik kegembiraanku melaksanakan led bersama kaum muslim di Mekkah, aku masih mencemaskan pemuda (James) yang sendirian di sana. Aku menanyakan keadaanya kepada teman yang ada di masjid. Merka katakan bahwa ia masih tetap rutin datang, bahkan dia ikut I’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Ketika aku pulang, aku menanyakan beritanya dan aktifitas yang ia lakukan. Namun, ia tidak menyinggung sedikitpun tentang I’tikaf yang telah ia laksanakan.
Selanjutnya ia memasuki sebuah universitas dan memilih bidang sejarah Islam. Aku juga mendapat kabar bahwa ia juga menikahi seorang muslimah India. aktifitas yang ia lakukan adalah berupaya mempersatukan mahasiswa muslim yang belajar di kampusnya. Setelah menyelesaikan bangku kuliah, ia bekerja sebagai salah satu staf pengajar di salah satu sekolah Islam yang ada di kota Chicago. Dan setelah itu beritanya terputus.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons