Sabtu, 19 Mei 2012

MENJAWAB PERTANYAAN AL QUR’AN

Sudah kita rasakan tahun berubah dari tahun 1432 H menjadi tahun 1433 H dan dari tahun 2011 menjadi tahun 2012. Pergantian tahun dan hari tersebut di atas, menjadi pandangan yang biasa kita rasakan. Anak kecil pun tahu bahkan tanpa memperhatikan serius matahari terbit di timur, naik sampai puncak ketinggian pada siang hari kemudian turun kembali dan tenggelam di barat lalu berganti menjadi petang hari dan seterusnya hingga berganti hari. Karena malam dan siang menjadi pemandangan rutin sehari-hari maka tidak menjadi istimewwa lagi. Tetapi mengapa Al Qur’an berulang-ulang menegaskan bahwa pergantian dan silih bergantinya malam dan siang termasuk dalam firman Allah di bawah ini mengandung pelajaran bagi orang yang mempunyai penglihatan atau daya pandang yang dalam bahasa arab yaitu abshar atau bagi orang yang menginginkannya?



Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS. Al Furqon : 62)

Firman Allah menyebutkan dalam surat Ali Imron ayat 190 yang berarti “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. Selain gelap, pada malam hari udara terasa juga sejuk atau lebih dingin dibandingkan siang hari. Inilah salah satu peristiwa yang pasti terjadi di alam. Malam senantiasa gelap dan siang terang benderang. Pertanyaan yang dapat dimunculkan, mengapa pada malam hari gelap dan pada siang hari terang benderang? Mengapa ada gelap dan ada terang? Pergantian malam dan siang mengisyaratkan adanya paket-paket dari kondisi tidak seimbang di alam semesta. Kehidupan bergantung pada keberadaan paket-paket ini. Sulit dibayangkan bagaimana kehidupan akan berlangsung jika bumi pada posisi menggantikan planet Saturnus atau Neptunus.
Fenomena malam dan siang menuntun pada keterbatasan alam, baik aspek waktu maupun ruang. Keberhinggaan alam semesta dari sisi waktu pada gilirannya menuntut kehadiran Sang Pencipta, Allah SWT. Disamping itu banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung pertanyaan-pertanyaan.
Untuk menjawab pertanyaan Al Qur’an, rasanya belum cukup anak cucu kita nanti hanya mampu baca Al Qur’an dengan baik dan benar, tetapi perlu sejak dini/kecil mereka diberi pemahaman yang lebih terhadap Al Qur’an terutama tantangan atau pertanyaan Al Qur’an kepada manusia agar generasi penerus bangsa kelak akan jauh lebih baik daripada generasi sekarang ini.

Oleh : Achmad Lutfi, M.Pd.
Editor : Syamsi

Jika anda menyukai artikel ini, silahkan di link balik dengan menyertakan link berikut di situs anda . Terima kasih.


0 komentar:

Posting Komentar

Tutur Kata Cerminan Pribadi Anda

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons