Sabtu, 19 Mei 2012

MENUJU AMPUNAN TUHAN

 
“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi. Sesungguhnya akan Berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu ".” (QS.Al Anfaal : 38)

Ayat diatas memberi harapan yang sangat besar bagi kaum muslim akan rahmat Allah SWT, sebab orang-orang kafir saja yang melakukan kekufuran kepada Allah SWT, pendusta kepada para rasul-rasul-Nya, yang menghina ayat-ayat-Nya, yang berpaling dari agama-Nya, mendapatkan jaminan ampunan dari Allah SWT, jika mereka bertaubat dan memeluk agama-Nya. Saat seorang muslim mrmbaca ayat tersebut, ketergantungannya kepada taubat semakin bertambah, pengharapannya kepada Allah SWT semakin meningkat, dan prasangkaannya kepada Allah SWT akan semakin baik. Kondisi yang jelek dan dosa yang banyak tidak melemahkannya untuk bertaubat dan kembali ke jalan-Nya.
Salah satu kebaikan seorang mukmin adalah mengakui dosa-dosanya kepada Allah SWT, dan Allah pun memuji orang-orang yang mengakui kesalahannya. Tengoklah Nabi Musa as tatkala membunuh seseorang maka ia berkata, “Hai Rabb-ku ampunilah aku”, maka Allah mengampuninya. Lihatlah Nabi Adam as ketika melanggar larangan Allah maka ia berkata, “Wahai Tuhan kami, sungguh kami telah menganiaya diri kami sendiri, jika engkau tidak mengampuni kami, maka kami termasuk orang-orang yang merugi.”, begitu pula Nabi Muhammad SAW dalam doa iftitah membaca, “Allahumma inni dzolamtu nafsi wa’taroftu bidzunubi faghfirli dzunubi jami’a” yang artinya “Ya Allah sungguh aku telah mendzalimi diri kami sendiri dan mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosaku”.
Jadi hendaklah kita menginsafi dosa dan kesalahan sendiri karena orang yang mengakui kesalahan sangat pantas untuk dikasihani  dan diberi maaf. Betapa terhormatnya Nabi Musa, betapa agungnya Nabi Adam, dan betapa mulianya Rasulullah SAW, tapi mereka berani mengakui kesalahan dihadapan Allah SWT. Lalu, bagaimana dengan kita? Adapun orang-orang yang berhati keras, yang sombong dan congkak, dan yang merasa tidak pernah bersalah, akan jauh dari rahmat Allah SWT dan ampunan-Nya.
Betapa besarnya kesalahan manusia yang ia perbuat, maka masih lebih besar pengampunannya, maka itu janganlah berputus asa dari rahmat Tuhanmu seperti pada firman Allah pada Surat Az Zumar ayat 53 yang artinya yaitu “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapus kegundahan saudara?. Dalam ayat ini Allah melarang kita dari berputus asa  dalam memohon ampun kepada-Nya, Allah mengabarkan pula bahwa Allah akan mengampuni siapa saja yang bertaubat kepadanya, baik dari dosa-dosa kecil maupun dosa-dosa besar.

Oleh : M. Khairul Anam,S.Pd.I
Editor : Syamsi

Jika anda menyukai artikel ini, silahkan di link balik dengan menyertakan link berikut di situs anda . Terima kasih.


0 komentar:

Posting Komentar

Tutur Kata Cerminan Pribadi Anda

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons