Jumat, 09 September 2011

KUNCI KEJAYAAN HIDUP



Setiap orang pasti menginginkan kejayaan, kenyamanan, dan serba kecukupan dalam hidupnya. Karena dengan kejayaan, dia bisa memperoleh apa yang diinginkannya termasuk pengakuan dan mempengaruhi orang lain. Kejayaan sendiri identik dengan sifat hasanah, dan tentu saja setiap umat Islam pasti mendambakannya, baik di dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat. Menurut beberapa ulama, hasanah di dunia sendiri adalah kejayaan dan derajat yang tinggi bagi seseorang, yakni memiliki istri yang cantik dan shalihah atau suami yang tampan dan shalih, keturunan yang baik dan taat, rumah yang mewah, dan banyak yang lainnya. Sementara, hasanah di akhirat yaitu kejayaan dan derajat di atas semua itu., berupa rahmat dan ampunan Allah SWT serta surga yang indah, lengkap dengan fasilitas pendukungnya yang luar biasa indahnya, aman, tenteram, dan lain-lain seperti dalam surat Al-Baqarah : 25, Al-Ghasiyyah : 8-16 dan surat lainnya.
Menurut janji Allah dalam surat Al Mujadillah ayat 11, ada dua kunci utama untuk menggapai kejayaan dalam kehidupan,yaitu:
1.      Beriman
Iman atau keyakinan merupakan landasan pokok bagi kehidupan manusia. Dari keimanan tersebut seseorang akan beramal shalih, yaitu aktivitas yang tepat, proporsional, dan mengikuti petunjuk Allah SWT dan Rasulullah serta aturan yang ada. Dari keimanan itu, maka akan keluar karakter sifat amanah yang sehingga dalam aktivitasnya selalu menjaga kepercayaan yang diembannya dengan baik dan tanggung jawab. Semua sektor kehidupan birokrasi dan usaha juga membutuhkan orang-orang yang amanah dalam kehidupannya agar perusahaan akan jaya dan tidak mengalami kebangkrutan jika dijalankan oleh wirausahawan dan pekerja yang amanah. Demikian halnya dalam birokrasi pemerintahan, program untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya tentu akan jalan dengan baik dan mengena sasaran karena tidak dikorupsi dan dimanipulasi oleh aparatur pemerintahan. Allah berfirman:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf :96)

2.      Berilmu
Di samping iman, ilmu dan ketrampilan juga merupakan salah satu kunci dalam meraih kunci kejayaan kehidupan. Semakin tinggi ilmu yang dimilikinya, maka semakin mudah seseorang untuk mendapatkan kejayaan dan derajat puncak kehidupan, demikian sebaliknya. Seorang dokter, insinyur atau direktur, akan diberi gaji yang lebih tinggi dibanding dengan perawat, tukang atau karyawan, bukan karena volume kerja fisiknya, melainkan karena ilmunya. Betapa pentingnya ilmu dalam mencapai kejayaan hidup sehingga wahyu yang pertama kali disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk umatnya adalah perintah untuk membaca (meneliti) dan menulis.(QS Al Alaq:1-5)



Oleh : Drs. H. Syamsun Aly, MA.
Editor : Syamsi 

Kamis, 18 Agustus 2011

Ahlan Wa Sahlan Mahasiswa Baru Muslim Teknik Fisika 2011

Allahu Akbar ! Pekik takbir menggema di teater A kampus ITS Surabaya. Inilah antusiasme adik-adik Mahasiswa Baru (Maharu) Teknik Fisika 2011, saat mengikuti Welcome Party FUSI Ulul Albaab (WP FUSI UA). Walaupun tengah berpuasa di bulan Ramadhan, mereka masih bersemangat untuk memenuhi undangan dari FUSI UA pada 14 Agustus 2011 lalu. Hal ini terbukti dengan jumlah peserta yang hadir, 93 orang dari ikhwan dan 43 orang dari akhwat. Acara ini dibuat untuk memperkenalkan FUSI UA kepada Maharu. Ada acara buka barengnya juga lho. Acara WP ini diawali dengan pembukaan dan tilawah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Akhi Daniel Fathur Rizal, Ketua Umum FUSI UA, Akhi Ahmad Fauzan, dan Pembina FUSI UA, Bapak Dhanny Arifianto. Acara selanjutnya adalah tausiyah yang dibawakan oleh Bapak Hatta dengan materi ”Ramadhon Bulan Berprestasi”. Materi yang dibawakan dengan sangat interaktif ini membuat para Maharu tidak bosan mendengarkannya. Acara mencapai puncaknya saat  akh Fauzan memberikan presentasi mengenai Fusi Ulul Albaab.  Di awal presentasi,  Fauzan memutarkan Video Profil Fusi Ulul  Albaab hasil buatan dari Departement Humas Media. Para maharu nampak sangat antusias karena video yang disuguhkan sangat menarik. 
 Allahu Akbar, Allahu Akbar, gegap gempita suara takbir itu terdengar hingga luar ruang teater A, tempat acara tersebut berlangsung. Hingga maghrib menjelang para Maharu masih tetap tak menurun semangatnya. Tetaplah semangat wahai saudara-saudari baruku semua, untuk berdakwah di Teknik Fisika. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
(Penyerahan souvenir kepada pembicara oleh ketua umum FUSI UA 2011/2012)
*lihat video profil FUSI UA di sini
by: ika

Senin, 15 Agustus 2011

Ramadhan Di Kampus TF 1432 H (RANDIKA TF 1432 H)


Minggu, 14 Agustus 2011

Video Profil Fusi UA

Alhamdullilah. Dengan waktu seminggu, Kami dari team redaksi Humas-Media dan tentunya di bantu dengan kawan-kawan yang lain, berhasil membuat video profil fusi ulul albab. Dilakoni dengan para BPH Fusi Ua yaitu Fauzan (Ketua umum), Bangkit (Kepala Departement PSDU), Uki (Kepala Departement Syiar) dan Dimas (Kepala Departement Humas-Media) berhasil menarik perhatian para maharu (mahasiswa baru) yang saat itu berada pada acara welcome party Fusi Ulul Albab.


Berikut video nya

Senin, 01 Agustus 2011

Kamuflase Ramadhan

“Mohon maaf atas segala khilaf”
Ya, kurang lebih sms seperti itu yang masuk ke HP saya akhir-akhir ini. Tak heran karena memang tak lama lagi bulan Ramadhan akan kembali menghiasi hari-hari kaum muslimin di seluruh dunia. Semua orang yang berikrar sebagai muslim tentulah tahu keunggulan bulan suci Ramadhan karena memang keutamaannya senantiasa diucapkan dan dikabarkan para penceramah di masjid-masjid. Jika kita merenung, mengapa makna dari bulan Ramadhan begitu besar dan mendalam seakan menjadi titik tumpu setiap umat atas sejuta harapan untuk kehidupan yang lebih baik pasca Ramadhan. Tidak heran, jika muara Ramadhan yang ditandai dengan “Idul Fitri” dijadikan sebagai hari kemenangan setiap umat yang menunaikannya.

Bulan Ramadhan memang sangat luar biasa dalam menuntun manusia kembali ke dalam jalan Tuhannya. Bagaimana tidak, dapat kita saksikan fakta di sekitar kita bahwa banyak sekali fenomena yang khusus terjadi pada bulan suci ini, misalnya penuhnya jamaah sholat subuh di masjid-masjid yang biasanya sepi dari aktivitas sholat fardhu.
Sebelum berlanjut ke pembahasan selanjutnya, mari kita simak kebiasaan Rasul SAW dan para sahabat ketika bulan Ramadhan. Dahulu, Rasul SAW dan para sahabat senantiasa menyibukkan diri dalam beribadah. Di siang hari beliau tetap semangat beraktivitas dakwah dan di malam hari menyibukkan diri dalam sholat malam serta I’tikaf. Sekarang mari kita lihat fenomena umat islam saat ini, khususnya para pemuda. Di siang hari kebanyakan mereka mengurangi aktivitas dengan alas an berpuasa, kemudian bermalas-malasan. Di siang hari mereka memilih tidur siang dengan dalih tidur siang adalah ibadah. Memang benar, namun jika tidur siangnya orang berpuasa saja adalah ibadah lalu bias dibayangkan bila waktu tidur siang tersebut dilakukan untuk beramal sholih, tentu akan lebih berpahala besar. Sedangkan di sore hari, apa yang mereka lakukan? Mereka membuat daftar list masjid-masjid yang menyediakan buka puasa gratis nan dengan menu makanan yang di atas rata-rata. Manusiawi memang, namun kapan waktu yang disediakan untuk tilawah? Untuk sholat duha? Untuk membaca buku-buku islami?
Saudaraku sekalian, jangan sampai bulan suci Ramadhan yang benar-benar suci ini kita sambut dengan kesunngguhan ibadah kita yang hanya semu belaka, yang hanya bersemangat beribadah hanya dalam bulan Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan latihan, yang artinya kita sebagai seorang muslim harus benar-benar siap menjalankan ibadah seusai Ramadhan. Semua orang mungkin sudah bosan dengan pernyataan ini. Tapi apakah kita pantas merasa muak dengan pernyataan ini sedangkan hal ini memang merupakan sesuatu yang harus kita laksanakan??
Rasa syukur yang tak terhingga kita panjatkan kepada Sang Pencipta alam semesta dan seisinya ini karena berkat kemurahan-Nyalah kita bisa melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan tahun ini. Marilah kita bersama-sama merenungi kembali bagaimana ibadah puasa kita tahun ini. Apakah puasa kita tahun ini lebih baik atau sebaliknya dari tahun-tahun yang telah kita lalui. Yuk, mari bersama berusaha menjadi manusia yang lebih baik!
Dalam samudera bisa diduga
Dalam hati siapa tahu
Ditunggu segera undangan buka puasa
Pasti bermakna ibadah Ramadhanmu

  sumber : fauzan-magetan.blogspot.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons